TUGAS 7 PENELITIAN PENDIDIKAN
TUGAS
7
Nama: Baiq
Rahayu Rizki Fadila
Nim: E1B015008
E-mail: rahayuppkn@gmail.com
No Hp:
081805662814
A.
Mengolah
dan Menganalisis Data
Data mentah
yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya, jika tidak diolah.
Pengolahan data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena
dengan pengolahan data, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna
dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah perlu
dipecah-pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, dilakukan
manipulasi serta 2 diperas sedemikian rupa sehingga data tersebut mempunyai
makna untuk menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesa atau
pertanyaan penelitian. Mengadakan manipulasi terhadap data mentah berarti
mengubah data mentah tersebut dari
bentuk awalnya menjadi suatu bentuk yang dapat dengan mudah
memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena.
Beberapa
tingkatan kegiatan perlu dilakukan, antara lain memeriksa data mentah, sekali lagi,
membuatnya dalam bentuk tabel yang berguna, baik secara manual ataupun dengan
menggunakan komputer. Setelah data disusun dalam kelompok-kelompok serta
hubungan-hubungan yang terjadi dianalisa, perlu pula dibuat
penafsiran-penafsiran terhadap hubungan antara fenomena yang terjadi dan
membandingkannya dengan fenomena-fenomena lain di luar penelitian tersebut.
Berdasarkan pengolahan data tersebut, perlu dianalisis dan dilakukan penarikan
kesimpulan hasil penelitian. Pengolahan data secara sederhana diartikan sebagai
proses mengartikan data-data lapangan
sesuai dengan tujuan, rancangan, dan sifat penelitian. Misalnya dalam rancangan
penelitian kuantitatif, maka angka-angka yang diperoleh melalui alat pengumpul
data tersebut harus diolah secara
kuantitatif, baik melalui pengolahan statistik inferensial maupun statistik
deskriptif. Lain halnya dalam rancangan penelitian kualitatif, maka pengolahan
data menggunakan teknik non statitistik, mengingat data-data lapangan diperoleh
dalam bentuk narasi atau kata-kata, bukan angka-angka.
Mengingat data
lapangan disajikan dalam bentuk narasi kata-kata, maka pengolahan datanya tidak
bisa dikuantifikasikan. Perbedaan ini harus dipahami oleh peneliti atau
siapapun yang melakukan penelitian, sehingga penyajian data dan analisis
kesimpulan penelitian relevan dengan sifat atau jenis data dan prosedur
pengolahan data yang akan digunakan. Di atas dikatakan bahwa pengolahan data
diartikan sebagai proses mengartikan data lapangan, yang berarti supaya data
lapangan yang diperoleh melalui alat pengumpul data dapat dimaknai, baik secara
kuantitatif maupun kualitatif, sehingga proses penarikan kesimpulan penelitian
dapat dilaksanakan. Dengan demikian, pengolahan data tersebut dalam kaitannya
dengan praktek pendidikan adalah sebagai upaya untuk memaknai data atau fakta menjadi makna. Makna penelitian
yang diperoleh dalam pengolahan data, tidak sampai menjawab pada analisis
“kemengapaan” tentang makna-makna yang diperoleh. Misalnya dalam rancangan 3
penelitian kuantitatif, maka angka -angka yang diperoleh melalui alat pengumpul
data tersebut harus diolah secara kuantitatif, baik melalui pengolahan
statistik inferensial maupun statistik deskriptif.
Contoh: