TUGAS 1 (KONSEP DASAR PENELITIAN)


TUGAS 1
PENELITIAN PENDIDIKAN

Nama: Baiq Rahayu Rizki Fadila
Nim: E1B015008
No Hp: 08193315585

A.    Pengertian Penelitian Pendidikan

Pengertian dari penelitian pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan pendidikan atas dasar penalaran yang rasional dan logis, serta adanya dukungan dari fakta empiris.

Penelitian pendidikan umumnya dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan secara umum. Adapun tujuan penelitian pendidikan sebagai berikut :

  1. Untuk bahan masukan, meningkatkan mutu isi, proses serta hasil pembelajaran dan pendidikan di sekolah.
  2. Untuk membantu tenaga kependidikan seperti guru dan lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajaran baik di luar maupun di dalam kelas.
  3. Untuk meningkatkan profesionalisme di dalam dunia pendidikan maupun tenaga kependidikan.
  4. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya akademik dalam lingkungan sekolah, sehingga bisa melakukan perbaikan mutu pembelajaran dan pendidikan secara berkelanjutan.
  5. Untuk meningkatkan keterampilan bagi tenaga pengajar khususnya saat melakukan PBT.
  6. Untuk meningkatkan kerja sama yang profesional di antara para pendidik maupun tenaga kependidikan.



B.     Rasionalisasi Perlunya Penelitian
Ada empat sebab yang melatarbelakangi rasionalnya suatu penelitian itu perlu dilakukan yaitu :
Pertama, penelitian didasarkan atas kesadaran keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan. Manusia tinggal di lingkungan masyarakat yang sangat luas. Dalam kehidupan yang sangat luas tersebut banyak hal yang tidak kita ketahui, tidak jelas, tidak paham sehingga menimbulkan kebingungan karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia yang sangat terbatas dibandingkan dengan lingkungannya yang begitu luas.
Kedua, penelitian dilakukan karena didorong oleh pemenuhan kebutuhan rasa ingin tahu. Manusia memiliki dorongan atau naluri ingin mengetahui tentang sesuatu diluar dirinya. Pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih luas, lebih tinggi, dan lebih menyeluruh. Dorongan ingin tahu disalurkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman. Contohnya, manusia selalu bertanya, apa itu, bagaimana itu, mengapa begitu, dan sebagainya. Bagi kebanyakan orang, jawaban-jawaban sepintas dan sederhana mungkin sudah memberikan kepuasan, tetapi bagi orang-orang tertentu, para ilmuwan. peneliti, dan mungkin juga para pemimpin, dibutuhkan jawaban yang lebih mendalam, lebih rinci, dan lebih komprehensif.
Ketiga, penelitian dilakukan untuk pemecahan masalah. Banyak cara yang dilakukan manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, antara lain :
a.    Pemecahan masalah dilakukan secara tradisional atau mengikuti kebiasaan.
b.    Pemecahan masalah secara dogmatis.
c.    Pemecahan masalah secara intuitif yaitu berdasarkan bisikan hati.
d.   Pemecahan masalah secara emosional.
e.    Pemecahan masalah secara spekulatif atau trial and error.
f.     Pemecahan masalah melalui penelitian.
Pemecahan masalah dalam penelitian dilakukan secara obyektif, sistematis, menggunakan metode dan mengikuti prosedur, serta berpegang pada prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah pengumpulan, pengolahan data, dan pembuktian secara ilmiah.
Keempat, pemenuhan pengembangan diri. Manusia merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapai, dikuasai, dan dimilikinya. Pencapaian yang diinginkan manusia melalui penelitian sangat tergantung ruang lingkup penelitian yang dirancang.

C.    Tujuan Penelitian Pendidikan
1. Memperoleh informasi baru
Dalam mengumpulkan data, harus dilakukan secara obyektif. Pencarian dan pengumpulan informasi atau data, peneliti dapat menggunakan data skunder.  Jika informasi atau data dapat dikumpulkan oleh peneliti berdasarkan fakta-fakta, maka data tersebut sebagai data baru bagi peneliti.
2. Mengembangkan dan menjelaskan
Mengembangkan perubahan dan kemajuan yang dicapai oleh individu, kelompok ataupun organisasi dalam kurun waktu tertentu. Selanjutnya peneliti berupaya mengkaji teori-teori yang didukung fakta-fakta yang ada, sehingga peneliti akan sampai pada pemberian pernyataan sementara yang sering disebut sebagai hipotesis penelitian.
3. Menerangkan, memprediksi, dan mengontrol suatu ubahan
Variabel atau ubahan adalah simbol yang digunakan untuk mentransfer gejala ke dalam data penelitian. Biasanya variabel muncul pada tingkat intensitas yang berbeda sehingga variabel itu adalah variabel lebel. Ada beberapa variabel yang biasa digunakan dalam suatu penelitian, yaitu: variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang memberi pengaruh atau diuji pengaruhnya terhadap variabel lain, disebut juga variabel perlakuan, variabel eksperimen atau variabel intervensi. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas, disebut juga variabel hasil, variabel pos tes atau variabel kriteria. Selain dua variabel di atas, dalam suatu penelitian biasa dijumpai Variabel ekstranus (extraneous variabel) dan variabel penyela (intervening variable). Variabel ekstranus adalah variabel-variabel yang apabila tidak dikontrol akan berpengaruh terhadap variabel terikat. Sedangkan variabel penyela adalah variabel yang kemungkinan besar berpengaruh terhadap hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tetapi sulit untuk dikontrol.

D.    Fungsi Penelitian Pendidikan
Fungsi penelitian berdasarkan jenis penelitian:
a. Penelitian Dasar (Basic Research)/ Penelitian Murni/Penelitian Pokok
Tujuan penelitian dasar adalah:
(1). Menambah pengetahuan prinsip-prinsip dasar dan hukum-hukum ilmiah
(2). Meningkatkan pencarian dan metodologi ilmiah
b. Penelitian Terapan
      Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Implikasi dari penelitian terapan dinyatakan dalam rumusan yang bersifat umum.
c. Penelitian Evaluatif
      Penelitian evaluative ( evaluation research) difokuskan pada  suatu kegiatan berbentuk program,proses, ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, ataupun lembaga . Penelitian ini dapat berupa manfaat atau kegunaan, sumbangan dan kelayakan dari sesuatu kegiatan dalam satu unit.
Fungsi Penelitian Berdasarkan Tujuan:
a.      Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif (descriptive research) ditunjukkan untuk mendeskripsikan suatu keadaaan atau fenomena. Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan suatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya, disebut penelitian perkembangan  (developmental studies).
b.      Penelitian Predektif
Penelitian predektif (predictive research) untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada saat yang akan dating dengan melihat perkembangan selama jangka waktu tertentu, pada saat ini atau saat yang lalu dapat dilihat kecendrungannya pada masa yang akan datang.
c.       Penelitian Improftif
Penelitian improftiif (improvetive research) ditunjukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau pelaksanaan suatu program.
d.      Penelitian Eksplanatif
Penelitian eksplanatif (explanative research) ditunjukkan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variable. Menjelaskan melalui teori yang didukung fakta-fakta yang menunjang , sampai pada pemberian pernyataan sementara yang disebut sebagai hipotesis penelitian.



E.     Proses Penelitian Pendidikan
Mengidentifikasi Masalah
Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting, actual, dan krusial yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaanya bila isu atau masalah tersebut diteliti.

Merumuskan dan Membatasi Masalah
Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan factor-faktor, atau variebel-variebel yang terkait dengan focus masalah.

Melakukan Studi Kepustakaan
Merupakan kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendsari penelitian, baik teori yang berkenaan dengan bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi.

Merumuskan Hipotesis
Hal-hal pokok yang ingin diperoleh dari penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan penelitian. Rumusan hipotesis dibuat apabila penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data statistic inferensial. Untuk penelitian kuantitatif yang menggunakan pengolahan data statistic deskriptif tidak diperlukan rumusan hipotesis, cukup dengan pertanyaan-pertanyaan pokok, demikian juga pada penelitian kualitatif

Menentukan Desain dan Metode Penelitian
Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alas an-alasan mengapa menggunakan metode tersebut.

Menyusun Instrumen dan Mengumpulkan Data
Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penetuan teknik, penyusunan dan pengujian instrument pengumpulan data yang akan digunakan

Menganalisis Data dan Menyajikan Hasil
Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data. Data kuantitaif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic deskriptif berupa table, grafik, profil, bagan, atau menggunakan statistic inferensial berupa korelasi, regresi, perbedaan, analisa jalur, dll. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriftif naratif logis.

Menginterpretasikan Temuan, Membuat Kesimpulan dan Rekomendasi
Hasil analisi data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna atau arti dari temuan dilakukan melalui interpretasi. Interpretasi dibuat dengan melihat makna hubungan antara temuan yang satu dengan yang lainnya. Antara temukan dengan konteks atau hal-hal yang melatarbelakangi, dengan teori yang mendukungnya ataupun dengan kemungkinan penerapannya. Kesimpulan merupakan penarikan generalisasi dari hasil interpretasi temuan penelitian. Selanjutnya kesimpulan-kesimpulan yang telah dirumuskan, disusunlah implikasi dan rekomendasi atau saran.

F.     Beberapa Keterbatasan Penelitian Pendidikan
1.      Kompleksitas masalah
Peneliti perlu menyadari bahwa ia tidak hanyan berhubungan dengan elemen manusia tetapi juga elemen-elemen situasional yang tak terhitung jumlahnya yang menyebabkan respon perilaku para pelaku itu sukar diprediksi
2.      Jangka waktu penelitian tersebut
3.      Metodologi yang digunakan
Metode yang digunakan tidak mudah karena digunakan untuk mengukur seperti intelegensi,prestasi dan gaya kepemimpinan ,kelompok interaktif dan sebagainya masih bisa diperdebatkan

SUMBER:
-          Metode Penelitian (PENDIDIKAN & PENGEMBANGAN)  Prof. Dr. H. Punaji Setyosari, M.Ed  (Kencana 2010)
-          Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D) Sugiyono (Alfabeta 2008)

Postingan populer dari blog ini

TUGAS 5 EVALUASI PEMBELAJARAN PPKN

TUGAS 8 PENELITIAN PENDIDIKAN