TUGAS 6 PENELITIAN PENDIDIKAN
TUGAS
6
PENELITIAN
PENDIDIKAN
Nama: Bq Rahayu
Rizki Fadila
Nim: E1B015008
E-mail: rahayuppkn@gmail.com
No Hp:
081933155855
Subjek
penelitian adalah pihak-pihak
yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian. Subjek penelitian juga membahas karakteristik subjek
yang digunakan dalam penelitian, termasuk penjelasan mengenai populasi, sampel dan teknik sampling (acak/non-acak) yang digunakan. Subjek
penelitian dapat terdiri dari tiga level, yaitu:
- Mikro merupakan level terkecil dari subjek penelitian, dan hanya berupa individu.
- Meso merupakan level subjek penelitian dengan jumlah anggota lebih banyak, misal keluarga dan kelompok.
- Makro merupakan level subjek penelitian dengan anggota yang sangat banyak, seperti masyarakat atau komunitas luas.
Peran subjek penelitian adalah memberikan tanggapan dan informasi terkait data yang dibutuhkan
oleh peneliti, serta memberikan masukan kepada peneliti, baik secara langsung maupun
tidak langsung.
a.
Studi Literatur.
Melalui teknik ini dilakukan kegiatan penghimpunan data, keterangan dan informasi dengan penelaahan secara cermat atas berbagai dokumen, arsip, hasil laporan, buku-buku ilmiah, persatuan perundang-undangan dan bahan-bahan tertulis lainnya yang relevan dengan variabel penelitian.
Melalui teknik ini dilakukan kegiatan penghimpunan data, keterangan dan informasi dengan penelaahan secara cermat atas berbagai dokumen, arsip, hasil laporan, buku-buku ilmiah, persatuan perundang-undangan dan bahan-bahan tertulis lainnya yang relevan dengan variabel penelitian.
b.
Penelitian Lapangan
Dalam penelitian lapangan ini dilaksanakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu dengan melalui:
Dalam penelitian lapangan ini dilaksanakan pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu dengan melalui:
Kuesioner atau Angket
Menurut Narbuko dan Achmadi (1999:76) mengatakan bahwa: “Kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti”.
Penulis menggunakan pertanyaan angket dengan pertanyaan tertutup, melalui pertanyaan tertutup responden diminta membuat pilihan diantara seperangkat alternatif tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.
Menurut Narbuko dan Achmadi (1999:76) mengatakan bahwa: “Kuesioner adalah suatu daftar yang berisikan rangkaian pertanyaan mengenai sesuatu masalah atau bidang yang akan diteliti”.
Penulis menggunakan pertanyaan angket dengan pertanyaan tertutup, melalui pertanyaan tertutup responden diminta membuat pilihan diantara seperangkat alternatif tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.
c.
Wawancara
Wawancara yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung kepada responden dengan menggunakan wawancara terstruktur yang disiapkan oleh penulis. Dengan metode wawancara diharapkan dapat diperoleh keterangan-keterangan dari Camat dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) mengenai data yang tidak atau masih belum terjaring melalui metode kuesioner.
Wawancara yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung kepada responden dengan menggunakan wawancara terstruktur yang disiapkan oleh penulis. Dengan metode wawancara diharapkan dapat diperoleh keterangan-keterangan dari Camat dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) mengenai data yang tidak atau masih belum terjaring melalui metode kuesioner.
d.
Observasi (Pengamatan)
Teknik pengumpulan data melalui Observasi menurut Narbuko dan Achmadi (1999 : 83 ) adalah: “Alat pengumpulan data yang dilakukan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki”.
Berdasarkan hal diatas penulis menyimpulkan bahwa dalam melakukan observasi partisipatif, peneliti melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat dan situasi dimana penelitian dilaksanakan. Peneliti berbicara dengan bahasa mereka, bergurau dengan mereka, menyatu dengan mereka dan sama-sama terlibat dalam pengalaman yang sama.
Teknik pengumpulan data melalui Observasi menurut Narbuko dan Achmadi (1999 : 83 ) adalah: “Alat pengumpulan data yang dilakukan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki”.
Berdasarkan hal diatas penulis menyimpulkan bahwa dalam melakukan observasi partisipatif, peneliti melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat dan situasi dimana penelitian dilaksanakan. Peneliti berbicara dengan bahasa mereka, bergurau dengan mereka, menyatu dengan mereka dan sama-sama terlibat dalam pengalaman yang sama.