TUGAS 5 PENELITIAN PENDIDIKAN
TUGAS
5
PENELITIAN
PENDIDIKAN
Nama: Bq Rahayu Rizki Fadila
Nim: E1B015008
Email: rahayuppkn@gmail.com
No Hp:
081933155855
A. Kerangka
Pikir Penelitian
Kerangka pemikiran adalah narasi
(uraian) atau pernyataan (proposisi) tentang kerangka konsep pemecahan masalah
yang telah diidentifikasi atau dirumuskan. Kerangka berpikir atau kerangka
pemikiran dalam sebuah penelitian kuantitatif, sangat menentukan kejelasan dan
validitas proses penelitian secara keseluruhan. Melalui uraian dalam kerangka
berpikir, peneliti dapat menjelaskan secara komprehensif variabel-variabel apa
saja yang diteliti dan dari teori apa variabel-variabel itu diturunkan, serta
mengapa variabel-variabel itu saja yang diteliti. Uraian dalam kerangka
berpikir harus mampu menjelaskan dan menegaskan secara komprehensif asal-usul
variabel yang diteliti, sehingga variabel-variabel yang tercatum di dalam
rumusan masalah dan identifikasi masalah semakin jelas asal-usulnya.Pada
dasarnya esensi kerangka pemikiran berisi:
1. Alur jalan pikiran secara logis
dalam menjawab masalah yang didasarkan pada landasan teoretik dan atau hasil
penelitian yang relevan.
2. Kerangka logika (logical
construct) yang mampu menunjukan dan menjelaskan masalah yang telah dirumuskan
dalam kerangka teori.
3. Model penelitian yang dapat
disajikan secara skematis dalam bentuk gambar atau model matematis yang
menyatakan hubungan-hubungan variabel penelitian atau merupakan rangkuman dari
kerangka pemikiran yang digambarkan dalam suatu model. Sehingga pada akhir
kerangka pemikiran ini terbentuklah hipotesis.
Dengan demikian, uraian atau paparan
yang harus dilakukan dalam kerangka berpikir adalah perpaduan antara
asumsi-asumsi teoretis dan asumsi-asumsi logika dalam menjelaskan atau memunculkan
variabel-variabel yang diteliti serta bagaimana kaitan di antara
variabel-variabel tersebut, ketika dihadapkan pada kepentingan untuk
mengungkapkan fenomena atau masalah yang diteliti. Di dalam menulis kerangka
berpikir, ada tiga kerangka yang perlu dijelaskan, yakni: kerangka teoritis,
kerangka konseptual, dan kerangka operasional. Kerangka teoritis atau paradigma
adalah uraian yang menegaskan tentang teori apa yang dijadikan landasan (grand
theory) yang akan digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti. Kerangka
konseptual merupakan uraian yang menjelaskan konsep-konsep apa saja yang
terkandung di dalam asumsi teoretis yang akan digunakan untuk mengabstraksikan
(mengistilahkan) unsur-unsur yang terkandung di dalam fenomena yang akan diteliti
dan bagaimana hubungan di antara konsep-konsep tersebut. Kerangka operasional
adalah penjelasan tentang variabel-variabel apa saja yang diturunkan dari
konsep-konsep terpilih tadi dan bagaimana hubungan di antara variabel-variabel
tersebut, serta hal-hal apa saja yang dijadikan indikator untuk mengukur
variabel-variabel yang bersangkutan.
Berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka dalam menyusun kerangka
berpikir kita harus memulainya dengan menegaskan teori apa yang dijadikan
landasan dan akan diuji atau digambarkan dalam penelitian kita. Lalu
dilanjutkan dengan penegasan tentang asumsi teoretis apa yang akan diambil dari
teori tersebut sehingga konsep-konsep dan variabel-variabel yang diteliti
menjadi jelas. Selanjutnya, kita menjelaskan bagaimana cara
mengoperasionalisasikan konsep atau variabel-variabel tersebut sehingga siap
untuk diukur. Walaupun dalam kerangka berpikir itu harus terkandung kerangka
teoretis, kerangka konseptual, dan kerangka operasional, tetapi cara penguraian
atau cara pemaparannya tidak perlu kaku dibuat per sub bab masing-masing. Hal
yang penting adalah bahwa isi pemaparan kerangka berpikir merupakan alur logika
berpikir kita mulai dari penegasan teori serta asumsinya hingga munculnya
konsep dan variabel-variabel yang diteliti. Agar peneliti benar-benar dapat
menyusun kerangka berpikir secara ilmiah (memadukan antara asumsi teoretis dan
asumsi logika dalam memunculkan variabel) dengan benar, maka peneliti harus
intens dan eksten menelurusi literatur-literarur yang relevan serta melakukan
kajian terhadap hasil penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, sehingga
uraian yang dibuatnya tidak semata-mata berdasarkan pada pertimbangan logika.
Untuk itu, dalam menjelaskan kerangka teoretisnya, peneliti mesti merujuk pada
literatur atau referensi serta laporan-laporan penelitian terdahulu.
Selanjutnya secara sederhana
penyusunan kerangka berpikir dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah
berikut:
Menentukan paradigma atau kerangka
teoretis yang akan digunakan, kerangka konseptual dan kerangka operasional
variabel yang akan diteliti. Memberikan penjelasan secara deduktif mengenai
hubungan antarvariabel penelitian. Tahapan berpikir deduktif meliputi tiga hal
yaitu:
a. Tahap penelaahan konsep
(conceptioning), yaitu tahapan menyusun konsepsi-konsepsi (mencari
konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang telah ada, yang telah
dinyatakan benar).
b. Tahap pertimbangan atau putusan
(judgement), yaitu tahapan penyusunan ketentuan-ketentuan (mendukung atau
menentukan masalah akibat pada konsep atau variabel dependen).
c. Tahapan penyimpulan (reasoning),
yaitu pemikiran yang menyatakan hal-hal yang berlaku pada teori, berlaku pula
bagi hal-hal yang khusus.
Memberikan argumen teoritis mengenai
hubungan antar variabel yang diteliti. Argumen teoritis dalam kerangka
pemikiran merupakan sebuah upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan masalah.
Dalam prakteknya, membuat argumen teoritis memerlukan kajian teoretis atau
hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal ini dilakukan sebagai petunjuk atau
arah bagi pelaksanaan penelitian. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, oleh
karena argumen teoritis sebagai upaya untuk memperoleh jawaban atas rumusan
masalah, maka hasil dari argumen teoritis ini adalah sebuah jawaban sementara atas
rumusan masalah penelitian. Sehingga pada akhirnya produk dari kerangka
pemikiran adalah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah (hipotesis).
Merumuskan model penelitian. Model
adalah konstruksi kerangka pemikiran atau konstruksi kerangka teoretis yang
diragakan dalam bentuk diagram dan atau persamaan-persamaan matematik tertentu.
Esensinya menyatakan hipotesis penelitian. Sebagai suatu kontruksi kerangka
pemikiran, suatu model akan menampilkan: (a) jumlah variabel yang diteliti, (b)
prediksi tentang pola hubungan antar variabel, (c) dekomposisi hubungan antar
variabel, dan (d) jumlah parameter yang diestimasi.